Monday, March 14, 2011

Jerapah Jantan akhirnya punya Twitter juga!

Hai, hai.
sudah lama aq tidak menulis2 di halaman ini,,
maklum, gasempet buka blogger karna sibuk sama tumblr.
(sama aja dong yah?) hehe

ohya, hri ni aq seneeeng bgt, karena, pacarku : Rato Tanggela, mahasiswa Institut Seni Indonesia sudah memiliki akun twitter, namanya : @ratotaanggela (follow yah?)
jadi aq bisa pacaran lwt twitter deeh,,
hehee

ohya, nama akun twitterku : @Tatitkurniasih
follow juga yah??
makasii..

Monday, December 27, 2010

Perasaan itu, muncul kembaliii...

apa yang mau aq tulis?
aq aja gatau lagi harus nulis apa,
aq uda curhat di Facebook, twitter, tumblr, dan akun2 social networking lainnya.
tapi kenapa hatiku masi aja gundah,,

ya, beginilah perasaanku setiap kali jerapahku pamit ke jogja.
gundah,
gelisah,
sedih,
kecewa,
diam,
tak berdaya,
tak bergairah,
dan semua perasaan gajelas lainnya...

tapi ya, kembali ke tujuan awal, bahwa jerapahku harus pergi demi tugas2 dan masa depannya kelak.
aq gaboleh egois dan menahannya disini, karna iru gakan buat dy lebih baik.
justru dy harus bisa berusaha meraih apa yang dy cita-citakan selama ini, dengan seluruh perjuangannya disana, dengan segenap hati dan tenaganya.
aq harus merelakannya.

makasi ya, jerapaah, kamu uda meluangkan waktu, tenaga, uang, dan semua yang kamu butuhkan untuk sampai disini dengan selamat.

terimakasih buat semuanyaaa!

aq seneng, bisa natalan bareng kamu, ya walaupun tetep gabisa taun baruan sama kamu,
aq akan tetap berusaha tersenyum.

skali lagi, makasih ya sayang.

aq berharap kamu mau baca semua tulisan aku ini,
walaupun berantakan dan terkesan tergesa2 (kurang teliti), aq nulis ini dengan pikiran yang tertuju padamu.
aq harap kamu mau mengerti..

;l

Thursday, November 11, 2010

interview yang tidak maksimal

Interview sudah aq lewati, walaupun tidak maksimal dan tidak all out.
Ini semua karena kesalahan2 q,,

Kesalahan q adalah :
1. Tidak berusaha mencari info ttg politik indonesia
2. Tidak menyusun kata2 sistematis.
3. Tidak optimis kalo gw bisa pake b.ing.
4. Berfikir pendek.
Dan masih banyak kesalahan-kesalahan lainnya.
Aq tau aq salah,,aq kurang prepare, kurang berusaha.
Jujur, aq merasa sangat sedih karena sudah mengecewakan banyak pihak..
Papa, Mama, Kucing, Cank..
Smuanyaaah..

Aq sudah terlanjur jatuh dalam kesalahan yang sama.
Karena itu aq merasa bahwa aq memang payah,, bodoh,, lebih bodoh daripada keledai.

Namun aq mencoba berfikir positif dengan berkata: "Yasudah, biarkan berlalu, buat aoa diungkit2? Toh justru dalam kelemahanmulah, Kuasa Tuhan akan bekerja."

Ya Tuhan, bekerjalah dalam hidupku selanjutnya,,
Kuatkanlah hatikuu..

Dan sebagai orang yang dikuatkan Tuhan, aq harus bangkit dari keterpurukan dan melakukan hal yang lebih baik lagi.
Aq tau itu sulit, atau mungkin sangat sulit.
Tapi aq harus berusaha.

Ya Tuhan, biarlah roh-Mu tetap menyala-nyala dalamku,,
Amin.

Terimakasih atas kesempatan dan penyertaan-Mu selama ini..

Aq tidak dapat berbuat apa2 tanpa bantuan-Mu..

Wednesday, November 10, 2010

perasaanku sebelum interview ituu,,

Detik-detik menuju hari itu terasa sangat menegangkan,,
Sampai saat ini aq masi blom tau apa yang harus aq persiapkan demi pelaksanaan interview itu.
Jujur, aq binggung.

Namun aq ingin berserah aja, apapun yg terjadi, biarlah terjadi.
Apa yg sudah menjadi kehendakNyalah yang terjadi.
Thanks GOD untuk kesempatan ini.

Aq akan mencoba sebisaku dan melaksanakan baianku dengan sepenuh hati namun aq akan menyerahkan bagianMu kepadaMu,,

Terimakasih TUHAN YESUS..

Sunday, November 7, 2010

Tulisan untuk Papa

‎​Bagi seorang  yg sdh dewasa, yg sdg jauh dr orangtua, akan sering merasa kangen dgn mamanya. bgmn dgn papa?

Mungkin krn mama lbh sering menelepon utk menanyakan keadaan setiap hari. Tp tahukah kamu, jika trnyt papalah yg mengingatkan mama utk meneleponmu?

Saat kecil, mamalah yg lebih sering mendongeng. Tp tahukah kamu bhw sepulang papa bekerja dgn wajah lelah beliau selalu menanyakan apa yg kamu lakukan seharian.
Saat kamu sakit batuk/pilek, papa kadang membentak "sudah dibilang! jgn minum es!". Tp tahukah kamu bahwa papa khawatir?

Ketika kamu remaja, kamu menuntut utk dpt izin keluar malam. Papa dgn tegas berkata "tidak boleh!" Sadarkah kamu bhw papa hny ingin menjagamu? Krn bagi papa, kamu adlh sesuatu yg sangat berharga.

Saat kamu bisa lebih dipercaya, papapun melonggarkan peraturannya. Kamu akan memaksa utk melanggar jam malamnya.
Maka yg dilakukan papa adlh menunggu di ruang tamu dgn sangat khawatir.

Ketika kamu dewasa,dan hrs kuliah di kota lain.
Papa harus melepasmu. Tahukah kamu bhw badan papa terasa kaku utk memelukmu? Dan papa sangat ingin menangis.

Di saat kamu memerlukan ini-itu, utk keperluan kuliahmu, papa hanya mengernyitkan dahi. Tp tanpa menolak, beliau memenuhinya.

Saat kamu diwisuda. Papa adlh org pertama y berdiri dan bertepuk tangan untukmu. Papa akan tersenyum dan bangga. Sampai ketika teman pasanganmu datang utk meminta izin mengambilmu dari papa.

Papa akan sangat berhati-hati dlm memberi izin. Dan akhirnya..Saat papa melihatmu duduk di pelaminan bersama seseorang yg dianggapnya pantas, papapun tersenyum bahagia.

Apa kamu tahu,bhw papa sempat pergi ke belakang dan menangis?Papa menangis krn papa sangat bahagia. Dan iapun berdoa "Ya Tuhan, tugasku telah selesai dgn baik.
Bahagiakan. Putra/i kecilku yg manis bersama pasangannya".Stlh itu papa hny bisa menunggu kedatanganmu brsm cucu-cucunya yg sesekali dtg utk mnjenguk Dgn rambut yg memutih dan badan yg tak lagi kuat utk menjagamu

Aq sayang PAPA

Aq tau selama ini papa memang melakukan hal tersebut untukku.

Hal2 penting yang pernah papa lakukan untukku dan aq tidak lupakan sampai saat ini adalah:
-Papa rela menyuir daging2 yang penuh gizi demi aq,
-@apa menyuruh aq makan otak kambing dan makanan yang penuh zat besi untuk perkembangan otakku.
-Papa yang selelu menceritakan fenomena alam dari sudut pandang geografi/geologinya setiap mengajak aq dan keluargaku pergi.
-Papa yang rela mengajarkan hal2 yang sistematis menurutnya (tapi terlalu panjang,menurut kami, anak2nya)
-Papa yang menunggu anak2nya pulang sambil berpura2 main game bola warna warni di laptopnya yang sudah lelah.
-Papa yang berusaha membelaku didepan orang lain, dan mencoba menebus hapeku yang hilang karna tidak ingin melihat q menangis.
-Papa yang rela mengantar q ke dokter di tengah malam,,
-Papa yang selalu ingin memberikan yang terbaik untuk anak2nya.
Dan banyak hal lain yang masi teringat jelas di pikiranku.

!aik adegan2 perdebatan antara aq dan papa, adegan2 garing, adegan2 memalukan, namun semua itu terasa tidak penting untuk diingat karena pengorbanan beliau memang jauh lebih banyak daripada kesalahan2nya.

Papa,, maafin aq ya kalo selama ini aq melakukan apa yang tidak sesuai dengan keinginanmu.
aq terkesan tidak peduli denganmu, terkesan tidak mau bersentuhan denganmu.
Aq seperti itu krna aq sudah merasa canggung untuk meminta peluk atau sekedar mencium pipi kanan dan kiri.

Dan ucapan terimakasih yang terdalam pun ingin aq ucapkan hanya untukmu, papa..
Makasii banyaaaak atas semuanyaaa!!
Aq sayang papa..
Pak Kris Sunarto

Monday, September 20, 2010

Rintihan Hati Jerapah yang Ditinggalkan

[to Rato Tanggela : aku ingin
melukiskanmu saat senja, mencari dan memanggil namamu sampai ke ujung
dunia,, berharap dirimu mandengar dan menjawabkuu,, berharap dirimu
mengenalku dan mengingat janjimu... Selamat jalan, jantan. Aku ingin kau
berusaha mewujudkan impianmu disanaaa !! Gbu,,^_*]


Kutipan inilah yang kutulis untuknya saat ia akan berangkat menuju JOgjakarta, kota pendidikan, kota yang menympan sejuta harapan akan masa depan dan tentu saja kota itu adalah tempatnya untuk mewujudkan impian. Aku bersyukur pada TUHAN yang telah memberikan kesempatan libur bagi kami yang haus akan 'kasih sayang' dan kami pun tak ingin menyia2aknnya, karna liburan kali ini sungguh sangat disayangkan jika kami lewati begitu saja. Karena itu, kami berusaha menghabiskannya dengan melakukan hal2 baru yang 'berguna'. Ia mengajariku banyak hal, berdasar apa yang ia ketahui, ataupun berdasar pengalaman yang baru saja yang kami alami bersama.

Saat ini, saat yang tidak aku tunggu2, sungguh, aku sama sekali tidak mengharapkan datangnya hari ini, hari perpisahanku dengannya. Seandainya aku bisa memutar mesin waktu, aku ingin sekali kesana, kuliah disanaa, walaupun tidak dalam 1 kampus yang sama, setidaknya aku berada dalam kota yang sama dengannya.
Ummmh, yasudaah, mau ngmg apa lagi kalau memang tidak 1 jalan? toh kita masih bisa bertenu dala mimpi, dunia maya, dan semua bentuk alat telekomunikasi yang kami miliki saat ini.

Selama ini aku kuat karena: Semangatnya, Pengorbanannya,dan Pendiriannya yang terus mengingatkanku unuk berlari jauh ke depan, ke hamparan masa depan yang jauh lebih baik daripada masa yang kita lalui bersama. Aku berusaha mengerti maksud ucapannya itu dengan melihat setiap tetes peluh yang keluar dari t7ubuhnya saat berusaha sekuat tenaga untuk keluar dari kemalasannya. Ia telah mengajarkan banyak hal yang tidak ku duga sama sekali. Ketulusan dan kebaikannya mambuat semua orang akan merindukannya begitu juga dengankuu.

Aku pun sangat merindukaknnya, namun aku tidak mencoba menahannya, walaupun setidaknya hatiku ingin sekali menahannya. Aku berusaha merelakannya pergi, berlari menuju gerbang kesuksesannya.

Dan kini aku hanya bisa menghibur diri sendiri dengan berkata : Ayolah, Chumie, kamu harus relakan dia pergi menyongsong cita2, biarlah dia menggapai impiannya. *toh hanya ke jogja,hanya sekitar 500km, dapat ditempuh hanya dalam waktu 10 jam.* [walau sebenarnya hatiku gundah, tetapi aku harus kuat dan tersenyum padanya sebelum ia pergi. . .]

Ayamkuu, Jantankuu, Jerapah kesayanganku,,
aku akan merindukanmu disini.

Best Regards,,

Jerapah Betinamu yang menunggumu.

Sunday, August 29, 2010

keraguan yang ditimbulkan oleh ucapan kawan lama

HHeey, blogkuu, sudah lama sekali aku tidak meng-entry cerita2ku ke lembaran2 di dalam blog ini.
Maklum,, mungkin karena aku terlalu malas untuk membuka komputerku, atau mungkin karena aku tidak memiliki apapun untuk diceritakan. .

yaa, itu memang benar, dan aku tidak bisa menyangkalnya, sedikitpun !

Tapi saat ini, aku memiliki sesuatu yang bisa aku ungkapkan dan ceritakan disini, maaf jika terkesan lebay, namun sesungguhnya memang ini yang aku rasakan. Terimakasih.

Jadi, begini looh, jerapah betina,
aku sedang ditinggal pacar keluar kota, dan selama itu, aku dekat dengan beberapa teman lamaku. Kami banyak bercerita dan bertukar pikiran tentang apapun yang ingin kami bicarakan saat itu. Sampai kepada suatu topik yang sesungguhnya tidak ingin kubicarakan, karena aku sedang sensitif akan hal itu, yakni : PACAR.

Ketika mereka bertanya : "siapa pacarmu sekarang ? anak mana ? sudah berapa lama ?, dsb, dst.
Aku benar2 tidak ingin menjawab : "si a, dy kuliah di 'somewhere', uda jadian selama ...bulan, dsb, dst."

Kenapa aku tidak ingin membicarakan hal itu ? kenapa aku terkesan enggan menyebutkan, bahkan seperti menyembunyikan jatidiri sang pacar ?
Mengapa ? Bukankah setiap wanita justru bangga ketika mereka ditanya seperti itu ? Mengapa aku tidak merasa seperti itu ?
Bukan karena aku malu atau tidak mau mengakui kehadiran sang pacar dalam hidupku, namun sejujurnya Aku merasa tidak suka apabila orang lain berusaha mengatahui dan memasuki kehidupan pribadiku, yang seharusnya tidak untuk diumbar2 di hadapan publik, karena aku bukanlah 'publik figur'yang gerakgeriknya ditonton oleh seluruh lapisan masyarakat.


Dan ketika mereka tidak setuju atas pilihanku, mereka merasa bahwa cowo tsb tidak pantas menjadi pacarku, aku merasa sediih.

Mereka bilang bahwa fisik adalah pertimbangan no.1 dalam menerima/menolak cinta seseorang. Kekayaan menduduki peringkat kedua, dan kepintaran menduduki peringkat ketiga.

Hal ini semakin membuatku bertanya2, apa motivasi dari hubungan mereka ? apa yang sesungguhnya mereka rasakan ? apakah tujuan mereka dapat tercapai jika sudah melewati beberapa pertimbangan2 tersebut ? apakah seseorang perempuan harus memutuskan hubungannya dengan pacarnya apabila fisik, kekayaan, dan kepintarannya tidak sebanding ?

Jika YA, aku ingin bertanya lagi, dimana letak kebenaran pepatahh : 'cinta itu tidak memandang muka, namun memandang hati' ? dimana letak 'cinta sejati' yang katanya dapat bertahan lama sampai pesona fisik seseorang tidak lagi dapat dikatakan baik ?

Apakah peradaban manusia sudah melenceng sebegitu jauhnya, sampai2 mencintai pun harus didasarkan pada penampilan luar dan kekayaan ?

huff,
aku menjadi ragu, ragu untuk mencintai dan mencintai seseorang di jaman yang mengikis hati, seperti saat ini.

T_T