Showing posts with label Curahan Hati Seekor Jerapah Betina. Show all posts
Showing posts with label Curahan Hati Seekor Jerapah Betina. Show all posts

Monday, October 17, 2011

Sesuatu untuk Pacarku

Aku rindu pacarku,

RATO TANGGELA

senyumnya, cengirannya, canda tawanya, perhatiannya,
tulus hatinya, perjuangannya, pengorbanannya, semuanya.

Kuingat saat itu, jemari kurus dan panjang mencoba menggenggam tanganku, melindungiku.
Sinar matanya menunjukkan kasih setianya,

Dan ketika ada seorang temanku yang menyukainya, ingin merebutnya dariku,
aku membiarkan ia memilih, aku atau dirinya.

Biarlah dia bahagia dengan pilihannya itu.
Aku Berserah.
Aku mengalah.

Aku tidak mau jika ia harus dibagi dua atau tiga atau empat atau berapapun.
Aku hanya mau dia,

satu

untukku,

hanya untukku,

Sunday, October 9, 2011

Kegalauan Seeekor Jerapah Betina

Entah mengapa, sore yang mendung ini membuat saya sedikit galau, untuk memikirkan apa yang seharusnya tidak saya pikirkan, keluhkan, bahkan tuliskan disini.
Diatas itu semua, saya merasa perlu menuliskannya semata-mata hanya untuk melepaskan kepenatan dan melegakan hati yang selama ini seperti menahan rintihan.
Entah sudah berapa banyak hari saya lewati dengan perasaan seperti ini.

Jogja, hanya jogja lah yang dapat menjawab semua ini, semua kegundahan dan keresahan ini.

Mengapa Jogja?

Mengapa bukan Jakarta?

Entahlah, mungkin karena Jakarta sudah terlalu sempit, sesak dan busuk untuk ditinggali, atau Jakarta memang tidak ingin ditempati oleh orang seperti saya.
Apapun alasannya, saya tetap memilih Jogja.
Jika saya boleh memilih untuk memulai hari yang baru dengan sederhana di Jogja atau memulai hari sebagai orang kaya di Jakarta, saya tetap akan meilih untuk menjadi orang sederhana di Jogja.

Karena bagi saya yang terpenting adalah kebahagiaan dan keintiman dengan TUHAN.
Percuma jika saya bisa hidup dalam kekayaan namun miskin akan firmanNYA.

Intinya, saya rindu jogja dan seluruh kesederhanaan hidupnya karena disanalah saya dapat merasakan hidup yang sesungguhnya.
Tunggu aku di Jogjakartamu, Rato Tanggela.

#MenunggguWaktu

Monday, December 27, 2010

Perasaan itu, muncul kembaliii...

apa yang mau aq tulis?
aq aja gatau lagi harus nulis apa,
aq uda curhat di Facebook, twitter, tumblr, dan akun2 social networking lainnya.
tapi kenapa hatiku masi aja gundah,,

ya, beginilah perasaanku setiap kali jerapahku pamit ke jogja.
gundah,
gelisah,
sedih,
kecewa,
diam,
tak berdaya,
tak bergairah,
dan semua perasaan gajelas lainnya...

tapi ya, kembali ke tujuan awal, bahwa jerapahku harus pergi demi tugas2 dan masa depannya kelak.
aq gaboleh egois dan menahannya disini, karna iru gakan buat dy lebih baik.
justru dy harus bisa berusaha meraih apa yang dy cita-citakan selama ini, dengan seluruh perjuangannya disana, dengan segenap hati dan tenaganya.
aq harus merelakannya.

makasi ya, jerapaah, kamu uda meluangkan waktu, tenaga, uang, dan semua yang kamu butuhkan untuk sampai disini dengan selamat.

terimakasih buat semuanyaaa!

aq seneng, bisa natalan bareng kamu, ya walaupun tetep gabisa taun baruan sama kamu,
aq akan tetap berusaha tersenyum.

skali lagi, makasih ya sayang.

aq berharap kamu mau baca semua tulisan aku ini,
walaupun berantakan dan terkesan tergesa2 (kurang teliti), aq nulis ini dengan pikiran yang tertuju padamu.
aq harap kamu mau mengerti..

;l

Monday, September 20, 2010

Rintihan Hati Jerapah yang Ditinggalkan

[to Rato Tanggela : aku ingin
melukiskanmu saat senja, mencari dan memanggil namamu sampai ke ujung
dunia,, berharap dirimu mandengar dan menjawabkuu,, berharap dirimu
mengenalku dan mengingat janjimu... Selamat jalan, jantan. Aku ingin kau
berusaha mewujudkan impianmu disanaaa !! Gbu,,^_*]


Kutipan inilah yang kutulis untuknya saat ia akan berangkat menuju JOgjakarta, kota pendidikan, kota yang menympan sejuta harapan akan masa depan dan tentu saja kota itu adalah tempatnya untuk mewujudkan impian. Aku bersyukur pada TUHAN yang telah memberikan kesempatan libur bagi kami yang haus akan 'kasih sayang' dan kami pun tak ingin menyia2aknnya, karna liburan kali ini sungguh sangat disayangkan jika kami lewati begitu saja. Karena itu, kami berusaha menghabiskannya dengan melakukan hal2 baru yang 'berguna'. Ia mengajariku banyak hal, berdasar apa yang ia ketahui, ataupun berdasar pengalaman yang baru saja yang kami alami bersama.

Saat ini, saat yang tidak aku tunggu2, sungguh, aku sama sekali tidak mengharapkan datangnya hari ini, hari perpisahanku dengannya. Seandainya aku bisa memutar mesin waktu, aku ingin sekali kesana, kuliah disanaa, walaupun tidak dalam 1 kampus yang sama, setidaknya aku berada dalam kota yang sama dengannya.
Ummmh, yasudaah, mau ngmg apa lagi kalau memang tidak 1 jalan? toh kita masih bisa bertenu dala mimpi, dunia maya, dan semua bentuk alat telekomunikasi yang kami miliki saat ini.

Selama ini aku kuat karena: Semangatnya, Pengorbanannya,dan Pendiriannya yang terus mengingatkanku unuk berlari jauh ke depan, ke hamparan masa depan yang jauh lebih baik daripada masa yang kita lalui bersama. Aku berusaha mengerti maksud ucapannya itu dengan melihat setiap tetes peluh yang keluar dari t7ubuhnya saat berusaha sekuat tenaga untuk keluar dari kemalasannya. Ia telah mengajarkan banyak hal yang tidak ku duga sama sekali. Ketulusan dan kebaikannya mambuat semua orang akan merindukannya begitu juga dengankuu.

Aku pun sangat merindukaknnya, namun aku tidak mencoba menahannya, walaupun setidaknya hatiku ingin sekali menahannya. Aku berusaha merelakannya pergi, berlari menuju gerbang kesuksesannya.

Dan kini aku hanya bisa menghibur diri sendiri dengan berkata : Ayolah, Chumie, kamu harus relakan dia pergi menyongsong cita2, biarlah dia menggapai impiannya. *toh hanya ke jogja,hanya sekitar 500km, dapat ditempuh hanya dalam waktu 10 jam.* [walau sebenarnya hatiku gundah, tetapi aku harus kuat dan tersenyum padanya sebelum ia pergi. . .]

Ayamkuu, Jantankuu, Jerapah kesayanganku,,
aku akan merindukanmu disini.

Best Regards,,

Jerapah Betinamu yang menunggumu.

Sunday, August 29, 2010

keraguan yang ditimbulkan oleh ucapan kawan lama

HHeey, blogkuu, sudah lama sekali aku tidak meng-entry cerita2ku ke lembaran2 di dalam blog ini.
Maklum,, mungkin karena aku terlalu malas untuk membuka komputerku, atau mungkin karena aku tidak memiliki apapun untuk diceritakan. .

yaa, itu memang benar, dan aku tidak bisa menyangkalnya, sedikitpun !

Tapi saat ini, aku memiliki sesuatu yang bisa aku ungkapkan dan ceritakan disini, maaf jika terkesan lebay, namun sesungguhnya memang ini yang aku rasakan. Terimakasih.

Jadi, begini looh, jerapah betina,
aku sedang ditinggal pacar keluar kota, dan selama itu, aku dekat dengan beberapa teman lamaku. Kami banyak bercerita dan bertukar pikiran tentang apapun yang ingin kami bicarakan saat itu. Sampai kepada suatu topik yang sesungguhnya tidak ingin kubicarakan, karena aku sedang sensitif akan hal itu, yakni : PACAR.

Ketika mereka bertanya : "siapa pacarmu sekarang ? anak mana ? sudah berapa lama ?, dsb, dst.
Aku benar2 tidak ingin menjawab : "si a, dy kuliah di 'somewhere', uda jadian selama ...bulan, dsb, dst."

Kenapa aku tidak ingin membicarakan hal itu ? kenapa aku terkesan enggan menyebutkan, bahkan seperti menyembunyikan jatidiri sang pacar ?
Mengapa ? Bukankah setiap wanita justru bangga ketika mereka ditanya seperti itu ? Mengapa aku tidak merasa seperti itu ?
Bukan karena aku malu atau tidak mau mengakui kehadiran sang pacar dalam hidupku, namun sejujurnya Aku merasa tidak suka apabila orang lain berusaha mengatahui dan memasuki kehidupan pribadiku, yang seharusnya tidak untuk diumbar2 di hadapan publik, karena aku bukanlah 'publik figur'yang gerakgeriknya ditonton oleh seluruh lapisan masyarakat.


Dan ketika mereka tidak setuju atas pilihanku, mereka merasa bahwa cowo tsb tidak pantas menjadi pacarku, aku merasa sediih.

Mereka bilang bahwa fisik adalah pertimbangan no.1 dalam menerima/menolak cinta seseorang. Kekayaan menduduki peringkat kedua, dan kepintaran menduduki peringkat ketiga.

Hal ini semakin membuatku bertanya2, apa motivasi dari hubungan mereka ? apa yang sesungguhnya mereka rasakan ? apakah tujuan mereka dapat tercapai jika sudah melewati beberapa pertimbangan2 tersebut ? apakah seseorang perempuan harus memutuskan hubungannya dengan pacarnya apabila fisik, kekayaan, dan kepintarannya tidak sebanding ?

Jika YA, aku ingin bertanya lagi, dimana letak kebenaran pepatahh : 'cinta itu tidak memandang muka, namun memandang hati' ? dimana letak 'cinta sejati' yang katanya dapat bertahan lama sampai pesona fisik seseorang tidak lagi dapat dikatakan baik ?

Apakah peradaban manusia sudah melenceng sebegitu jauhnya, sampai2 mencintai pun harus didasarkan pada penampilan luar dan kekayaan ?

huff,
aku menjadi ragu, ragu untuk mencintai dan mencintai seseorang di jaman yang mengikis hati, seperti saat ini.

T_T

Saturday, August 14, 2010

gw ga 'worthed' jadi jerapah betina !

Kasih tinggalkanlah diriku untuk selamanyaa,
cukup bagi diriku, melukai hatimu. . .
Kasih Tinggalkanlah diriku tuk selamanyaa,
mungkinkau akan bahagia, dengan dia, yang lain.


Lagu ini bener2 gambarin perasaan gw sama cank, saat ini.
gw uda banyak nyakitin n ngelukain hati dy.
gw gabisa terus2an kaya gni,
dy gapantes untuk disakiti atau merasa tersakiti, sekalipun.

Dy terlalu baik buat gw.
gw ga 'worthed' buat dy. . .

yah, semoga aja dy sadar n mo cari yang lebih baik.

Makasiii.

Sunday, August 8, 2010

Muralnya Jerapah Jantan

Hai haiii, sudah lama aku tidak menengok blog inii,,

maaf yaa..

oiya,, aku mo cerita ni.

kemarin jerapahku buat mural di depan citoss, walaupun kesiram ujan, tapi aku tetep menghargai setiap perjuangan dia dalam 'berhuajan2an' demi menggambar ulet keket dan jerapah.

sebenernya aku agak tersinggung karena dia selalu mendeskripsikan saya sebagai ulet yang gemuk...
(padahal aku kan ga gemauk2 amat, huhuhuu)
* ga sadar diri gituu.

ya intinya, makasi untuk cankmen yang baik hati...

ilu...

Friday, June 4, 2010

Cerita Klasik

Alkisah, di dua kota yang berjarak ± 500 km terdapat dua insan (TaTo) berpisah untuk menyelesaikan sudi di bidang seni dan ekonomi. Lucu memang, dan bertolak belakang. Walaupun bertolak belakang mereka meyakini bahwa mereka akan menjadi pasangan yang saling melengkapi satu sama lain. Dan benar, selama satu tahun pertama, mereka hidup bahagia hingga menjelang hari anny TaTo yang kedua, seorang mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta yang bernama : Rato Tanggela, mengajak ke-36 temannya untuk berkarya dalam sebuah pameran independen bertema “Yang Penting Sepasang” yang akan diselenggarakan dibawah jembatan Lempuyangan, Yogyakarta. Rato, Danu, Wiko, Amirul, Adit, dkk memulai langkah mereka dengan membuat dua buah mural sekuensial yang kira-kira berukuran 5x8 m terhitung sejak tanggal 14 April – 8 Mei 2010.

Ketika mereka sibuk menggambar, aku disini, di Jakarta yang panas ini, sedang sibuk mempersiapkan diri dalam menghadapi ujian Advance Placement (AP) Test Statistik, Kalkulus, Makroekonomi dan Mikroekonomi. Sekitar 2 minggu sebelum hari pameran kampusku baru mengumumkan bahwa 1 hari setelah pameran akan diadakan Ujian Akhir Semester (UAS) 2009-2010. Seketika itu juga aku mengabari Rato, namun acara tersebut sudah terlanjur disusun sedemikian rupa sehingga harus tetap dilaksanakan pada tanggal resmi kami (23 Mei ), tidak mungkin dibatalkan atau diundur. Saat itu, aku dihadapkan pada dua pilihan sulit, dimana aku harus memilih untuk tetap di Jakarta demi mengikuti ujian atau pergi ke Jogja untuk menghadiri pameran yang telah direncanakan 1 bulan sebelumnya.

Aku pun segera mencari jalan keluar terbaik dengan mengatur ulang jadwal belajar dan berusaha sesegera mungkin menuju Jakarta setelah selesai mengikuti pameran tersebut.

Segala persiapan pameran dapat dipenuhi dengan baik, segala hambatan dan rintangan dapat terlewati dengan baik, sehingga pameran yang ramai dan lancar dapat terlaksana, dan aku melihat senyum-senyum uas dan bahagia itu. Dalam hatiku, Aku merasa sangaat senang, terharu, bahagiaaaa. Mereka sudah menyiapkan yang terbaik, dan aku tidak pernah menyangka bahwa apa yang mereka persiapkan akan menjadi seserius ini. Aku pun semakin merasa sangat tidak berguna ketika aku menyadari bahwa aku tidak dapat memberikan apa-apa untuknya, untuk mereka, yang telah bersusah payah melaksanakan ini semua untukku.

Hari itu berlalu dengan sangaaat menyenangkaan, sampai kami tidak merasakan keletihan, kelaparan, maupun kegerahan karena tidak mandi seharian.

Keesokan harinya, ketika seharusnya aku dan tesa, temanku, pulang ke jakarta dengan pesawat pada pukul 6.10 a.m, tertidur dan baru bangun 1 jam setalah pesawat lepas landas, yakni pada pukul 7.10 a.m. Kami benar-benar merasa sangat menyesal dan sedih. Aku Ingin meminta bantuan Doraemon untuk mengembalikan waktu yang sudah kami habiskan untuk tertidur, namun ketika kami menyadari bahwa Doraemon adalah tokoh fiktif belaka, kami hanya dapat menahan airmata kami dan berlari ke agen tiket pesawat dan kereta api yang harus segera membawa kami kembali menuju Jakarta. Ternyata semua tiket kereta api telah habis, dan kami hanya dapat menarik nafasperlahan, demi menahan airmata kami.

Ketidaksengajaan ini kemudian berbuntut panjang, membuat aku terlambat sampai di Jakarta, menyebabkan aku tidak memiliki kesempatan istirahat, jatuh sakit, dimarahi ibuku, dimarahi dosenku, diperbincangkan oleh teman-temanku, dicemooh oleh saudara-saudaraku, ditertawakan oleh orang-orang yang biasa menemaniku.

Sungguh, aku binggung, tidak tahu apa yang harus aku perbuat, hatiku sangat sedih ketika sebagian orang hanya sekilas mendengar, tidak tahu duduk permasalahannya, sembarang menilai dan hanya dari sisi negatifnya, menunjukkan keegoisan mereka tanpa mau mencoba merasakan dan memahami perasaan serta kondisiku. Mereka hanya bisa menyalahkan aku, menyalahkan posisiku, menyalahkan keadaanku.

Dan aku pun bertanya pada diriku sendiri : Apa salahnya kalau kita memberi apresiasi terhadap segala jerih payah orang lain?

Apakah aku harus diam dan membiarkannya melaksanakan pameran yang sebenarnya diperuntukkan untukku sendirian?

Apakah aq pantas berlaku seperti itu?

Oooh, tolonglaah, jika kalian berada dalam posisiku, apa yang akan kalian lakukan?

Apakah kalian dapat melakukan hal yang lebih baik daripada apa yang aku lakukan?

Apakah kalian bisa bertahan dalam posisiku?

Apa? Tolong jawab akuuu!!

Kalian hanya dapat mengatakan bahwa aku tidak memiliki prioritas, tidak memiliki pendirian, tidak niat, tidak tahu sikon, tidak tahu diri, tidak konsekuen, dan ‘tidak-tidak’ lainnya.

Kalian hanya bisa menyudutkan aku dengan pertanyaan “mengapa kamu melakukan itu, mengapa kamu harus begitu, mengapa harus saat itu?”

Bukankah seharusnya aku yang bertanya kepada kalian, dimana letak kalender akademik kalian? Dimana letak planning kalian? Apakah kalian bisa seenaknya menentukan jadwal ujian tanpa hari dan tanggal yang jelas?

Jangan pernah salahkan mereka yang sudah ‘lebih dahulu’ menyiapkan pameran ini daripada kalian yang menyiapkan jadwal UAS.

Dibalik semua kesedihanku, dan pertanyaan-pertanyaan yang tak terjawab, Aku sama sekali tidak merasa menyesal telah memilih untuk pergi ke Jogja, walaupun orang-orang memandangku sebagai perempuan yang tidak memiliki prioritas, tidak memiliki niat, tidak konsekuen, namun kita bisa melihat kenyataannya nanti saat aku membuktikan, siapa yang ‘sebenarnya’ tidak memilikkii prioritas, niat dan tidak konsekuen. Karena menurutku, prioritas tidak dapat dinilai hanya saat ujian, tapi kesetiaan dalam mengerjakan tugas, itulah yang terpenting.

Bukankah Proses lebih penting daripada hasil? Dan bukankah pengalaman lebih utama daripada ujung hidup?

Saat ini aku memang merasa ditekan dan dihimpit, namun aku tidak mau menyerah.

Aku sedih, aku memang menangis, namun aku tidak mau menyerah kalah akan keadaan getir ini. Aku percaya bahwa selama aku jujur dan tidak melakukan sesuatu yang melanggar nilai dan norma yang berlaku, aku bisa melewati ini semua.

Apakah kesalahanku selama ini? Sampai kalian begitu membenciku?

Semua yang terbaik sudah kuberikan pada kalian, tapi apa yang kudapat sebagai balasannya?

Apa yang kalian lakukan sungguh keterlaluan, namun biar bagaimanapun, aku tidak akan membalas apa yang sudah kalian perbuat terhadapku,

Untuk teman-teman yang tertawa diatas penderitaanku, untuk dosen-dosen yang menutup mata hatinya untuk melihat kenyataan, untuk saudara yang hanya bisa mencela dan membanding-bandingkan orang lain, untuk orang-orang yang bahagia telah melihat aku jatuh dan dijatuhkan.

Sudahlaah, hal ini membuatku muak!

Saat ini aku hanya ingin menyatakan rasa syukurku karena jerapah jantanku telah melakukan pengorbanan yang tidak pernah aku duga sebelumnya. Pengorbanannya yang didasari oleh ketulusan yang belum pernah aku rasakan sebelumnya. Mural yang cantik, teman yang baik, solidaritas yang kuat, Jogja yang indah, semua itu sudah menghiburku ketika aku dihimpit oleh orang-orang jahat yang seakan-akan mau membuatku merasa menyesal telah datang ke jogja, namun sayang sekali.

Maaf, anda gagal, karena aku sama sekali tidak merasa menyesal, kuulangi, aku SAMA SEKALI TIDAK MERASA MENYESAL.

Aku bangga terdahap jerapah jantanku, aku bangga terhadap kepemimpinannya, solidaritasnya, kebaikannya, kesetiaannya, ketulusannya.

Hanya dia yang dapat menyetuh hatiku dan menghiburku, saat ia mengirimiku sebuah pesan singkat yang intinya memberikan gambar dinding itu untukku.

Terimakasih jantanku, aku sangat terharu sampai-sampai aku sangat ingin sekali menagis menangis bahagia karena cintamu.

Aku binggung harus berkata apa lagi untuk membalas semua kebaikanmu dan memberikan sesuatu yang indah sebagai ucapan terimakasihku, sayangnya aku tidak dapat berbuat apa-apa untukmu, aku minta maaf, benar-benar minta maaf.

Maaf.

Aku sayang Padamu!!

Tuesday, June 1, 2010

Apakah umur menentukan hubungan??

Sebelum membahas lebih jauh, mari kita flashback mengenai definisi umur,,
Dari thread yang saya kutip di Yahoo answer :
Definisi umur seseorang adalah jumlah hari, bulan, tahun yg telah dilalui sejak lahir s/d saat ini atau waktu tertentu.

Pasangan yang terdiri dari laki-laki yang lebih tua daripada perempuannya, adalah pasangan yang wajar, namun, apabila kondisinya terbalik,,
Perempuan yang (malah) lebih tua daripada laki-laki?
apakah hal itu masih bisa disebut wajar??

Hal ini menjadi menarik untuk dibahas, ketika sepasang kekasih yang umurnya terpaut jauh sudah serius dalam menjalani hubungan mereka.

Psikolog pernah berkata bahwa : Perempuan akan cenderung lebih cepat dewasa daripada lakki-laki. Karena Perempuan akan menjadi 2 tahun lebih tua daripada laki-laki yang berusia sama dengannya.
Lalu bagaimana dengan pasangan yang laki-lakinya lebih muda 2 tahun?
Tentu saja, Perempuannya akan terasa lebih tua 4 tahun.

Banyak orang yang berkata, umur bukanlah sesuatu yang harus dipermasalahkan, yang penting adalah kedewasaan.
Tapi, bukankah sebuah hubungan tidak hanya memerlukan kedewasaan tetapi juga hal-hal lain yang terkait dengan umur, seperti kondisi biologis dan kondisi kejiwaan??

po-kontra datang silih berganti, saling mengisi, melengkapi, karena itu, berikut ini aka saya kutip thread yang menyebutkab list pasangan yang perempuannya lebih tua dari laki-lakinya (dari http://www.akupercaya.com) :

1 TAHUN
Angela Bassett . . . Courtney B. Vance
Victoria Beckham (Victoria Adams/"Posh" Spice) . . . David Beckham
Camilla Parker Bowles . . . Prince Charles
Brandy . . . Robert Smith
Jane Fonda . . . Ted Turner
Cassandra Harris . . . Pierce Brosnan
Helen Hunt . . . Hank Azaria
Nicole Kidman . . . Keith Urban
Sharon Lawrence . . . Tom Apostle
Tracy Pollan . . . Michael J. Fox
Kelly Ripa . . . Mark Consuelos
Julia Roberts . . . Danny Moder
Rebecca Romijn . . . Jerry O'Connell
Afton Smith . . . Brendon Fraser
Uma Thurman . . . Ethan Hawke

2 TAHUN
Traci Bingham . . . Robb Vallier
Lillian Bounds . . . Walt Disney
Madonna . . . Sean Penn
Meg Ryan . . . Craig Bierko
Coretta Scott . . . Martin Luther King Jr.

3 TAHUN
Paula Abdul . . . Brad Beckerman
June Carter . . . Johnny Cash
Melanie Griffith . . . Antonio Banderes
Heather Locklear . . . David Spade
Jennifer Lopez . . . Ben Affleck
Bette Midler . . . Martin von Haselberg
Alania Morissette . . . Ryan Reynolds
Anne Prince . . . Wil Wheaton
Josefa Salinas . . . Coolio

4 TAHUN
Pamela Anderson . . . Kid Rock
Kim Basinger . . . Alec Baldwin
Bo Derek . . . John Corbett
Jill Goodacre . . . Harry Connick Jr.
Catherine Keener . . . Dermot Mulroney
Anne Heche . . . Coley Lafoon
Rene Russo . . . Dan Gilroy
Angela Zachary . . . Marlon Wayons

5 TAHUN
Vivica A. Fox (Independence Day). . . Christopher Harvest (singer)
Goldie Hawn (Actress, nyokapnya Kate Hudson) . . . Kurt Russell (Aktor)
Ashley Judd (Twisted, Bug) . . . Dario Franchitti (Pembalap Nascar)
Eve Mavrakis . . . Ewan McGregor (Star Wars, Trainspotting)
Gwyneth Paltrow (Shakespeare in Love) . . . Chris Martin (Gitaris Coldplay)
J.K. Rowling (Harry Potter) . . . Neil Murray
Brooke Shields (Actress, Blue Lagoon) . . . Andre Agassi (mukul-mukul bola kuning)

6 TAHUN
Drew Barrymore (Charlie’s Angels) . . . Fabrizio Moretti (Drummer The Stroke)
Jamie Gandy . . . Frankie Muniz (Agent Cody Banks)
Chelsea Noble . . . Kirk Cameron (Growing Pain)
Katey Sagal (Futurama, Married..with Children). . . Kurt Sutter (sutradara)
Vanessa L. Williams ("Save the Best for Last") . . . Rick Fox (Ex-LA Lakers)

7 TAHUN
Kylie Minogue (penyanyi, can’ get u on my head) . . . James Gooding
Sadie Frost (Bram Stoker’s Dracula) . . . Jude Law (Cold Mountain)
Audrey Hepburn (War & Peace, jadul) . . . Robert Wolders
Sigourney Weaver (Alien) . . . Jim Simpson

8 TAHUN
Courteney Cox (Friends, Scream) . . . David Arquette (President Evil, Hamlet 2, Scream)

9 TAHUN
Halle Berry (X-Men). . . Gabriel Aubry (Model)
Sheryl Crow (Penyanyi) . . . Lance Armstrong (Pembalap Sepeda)
Jaclyn Smith (Charlie’s Angels jadul) . . . Bradley Allen

10 TAHUN
Candace Bushnell (yang nulis SeX and the city) . . . Charles Askegard
Katherine Helmond (Who’s the boss, everybody loves Raymond). . . David Christian
Madonna (penyanyi). . . Guy Ritchie
Liza Minnelli (penyanyi) . . . David Allen Gest
Priscilla Presley (ex-Elvis) . . . Marco Garibaldi

12 TAHUN
Mariah Carey (penyanyi) . . . Nick Cannon (Rapper)
Daryl Hannah (Splash, kill bill) . . . David Blaine
Susan Sarandon (Speed Racer) . . . Tim Robbins (sutradara dll)
Dorothy Squires . . . Roger Moore (Bond 007)

13 TAHUN
Lucille Ball (I Love Luci). . . Gary Morton (comedian)
Pam Grier (Jackie brown) . . . Kevin Evans
Kathy Najimy (Veronica’s Closet, King of The Hill) . . . Dan Finnerly

14 TAHUN
Rosanne Barr (Roseanne) . . . Ben Thomas
Chrissie Hynde (The Pretenders) . . . Lucho Brieva
Mira Sorvino (The Replacement Killers) . . . Chris Backus
Raquel Welch (Naked Gun, Legally Blonde). . . Richard Palmer


15 TAHUN
Demi Moore (Ghost, Charlie’s Angels). . . Ashton Kutcher (MTV-Punk’d, What happens in Vegas)

16 TAHUN
Tina Turner (Penyanyi) . . . Erwin Bach
Heidi Van Pelt . . . Taran Noah Smith (Home Improvement)

17 TAHUN
Isadora Duncan . . . Sergei Esenin
Vanna White . . . Colby Donaldson

18 TAHUN
Francesca Annis . . . Ralph Fiennes
Juliet Mills . . . Maxwell Caulfield
Mary Tylor Moore . . . S. Robert Levine

19 TAHUN
Janice ****inson . . . Tommy Fry

20 TAHUN
Lorraine Bracco . . . Jason Cipolla
Edith Piaf . . . Theo Sarapo
Helena Rubenstein . . . Prince Artchil Gourielli-Tchkonia
Norma Shearer . . . Martin Arrounge
Dinah Shore . . . Burt Reynolds
Elizabeth Taylor . . . Larry Fortensky

21 TAHUN
Barbara Hershey . . . Naveen Andrews
Lillian Vernon . . . Paolo Martino

23 TAHUN
Carol Burnett . . . Brian Miller
Terry McMillan . . . Jonathon Plummer
Ivana Trump . . . Rossano Rubicon

25 TAHUN
Joan Collins . . . Robin Hurlstone
Merle Oberon . . . Robert Wolders

32 TAHUN
Joan Collins (doyan banget nih orang ) . . . Percy Gibson
Norma Ferriera . . . Chris Harvey (ce= 50, co=18)
Martha Raye . . . Mark Harris

34 TAHUN
Gina Lollobrigida . . . Javier Rigau y Rafols

39 TAHUN
Edna Townsend . . . Simon Martin (Yg ce= 70 co= 31)


yg paling MantaPb :
Wook Kunder & Muhamad Noor Che Musa, pasangan malingsia, menikah tahun 2005, ce=107, co=33

hal ini tidak akan pernah selesai dibahas, karena itu, biarlah setiap pasangan dapat menilai proses pacaran mereka, apakah mereka sudah cukup seimbang dan melengkapi satu sama lain, walaupun teroaut akan perbedaan usia?

silahkan jawab dalam hati Anda masing-masing.

Post ini saya persembahkan untuk seseorang yang saya sayangi,,
Terimakasih.